Al-Baydaa terletak tinggi di dataran tinggi di selatan-tengah Yaman. Ini bukan sekedar titik di peta. Dulunya merupakan jantung Kesultanan Beihan. Kerajaan ini menguasai wilayah yang luas dari abad ke-7 hingga abad ke-16. Saat ini, kota ini terasa seperti pengingat akan masa lalu yang penuh gejolak.
Sebelum kedua negara bagian Yaman bersatu pada tahun 1990, Al-Baydaa merupakan wilayah Yaman Utara. Tapi lokasinya rumit. Letaknya tepat di dekat perbatasan yang disengketakan dengan Yaman Selatan. Kota ini dulunya bernama Bayhan Umm Rusas. Nama itu mengisyaratkan sejarahnya yang lebih dalam. Jauh sebelum adanya perbatasan modern, kota ini merupakan ibu kota kekuatan regional yang kuat.
Mengapa Al-Baydaa Penting dalam Sejarah Yaman
Sejarah di sini rumit. Sebelum perbatasan ditetapkan secara tegas, wilayah tersebut dianggap sebagai bagian dari Protektorat Aden yang dikuasai Inggris. Inggris berhati-hati. Mereka menandatangani perjanjian pada tahun 1934 dengan Yaman Utara. Perjanjian tersebut menyatakan bahwa perbatasan pada saat penandatanganan akan berlaku selama 40 tahun.
Perjanjian ini secara efektif memindahkan Al-Baydaa ke orbit Yaman Utara. Namun garis-garis di atas kertas jarang cocok dengan garis-garis di lapangan. Status quo tidak pernah ditandai dengan jelas. Serangan dari Al-Baydaa ke wilayah yang diklaim oleh pemerintah yang berbasis di Aden sering terjadi. Ketegangan memuncak selama beberapa dekade.
Wilayah itu sendiri bukanlah provinsi tradisional Yaman. Didirikan pada tahun 1949. Alasannya adalah politik, bukan budaya atau geografis. Itu adalah manuver untuk menstabilkan zona yang bergejolak.
Apa yang Dapat Dilihat dan Dilakukan di Al-Baydaa
Wisatawan yang datang ke Al-Baydaa mungkin mengharapkan reruntuhan kuno. Anda akan menemukan beberapa. Namun kota ini menawarkan lebih dari sekedar sejarah. Ini adalah pusat peternakan kuda. Jika Anda tertarik dengan budaya kuda, ini adalah tempat untuk mengamati tradisi lokal. Kuda-kuda di sini dihormati.
Pertanian juga menentukan perekonomian lokal. Teff adalah biji-bijian sereal yang diperkenalkan ke Arab selatan dari Ethiopia. Anda dapat menemukannya diproduksi di daerah tersebut. Itu dipasarkan di sini, di kota. Ini adalah hubungan nyata dengan jalur perdagangan di kawasan ini.
Jalan yang menghubungkan Sanaa ke Al-Baydaa selesai dibangun pada tahun 2004. Tunggu, tidak, itu salah. Jalan tersebut selesai dibangun pada tahun 1979. Ini merupakan detail penting bagi setiap wisatawan yang merencanakan logistik. Artinya koneksi ke ibu kota sudah terjalin, meski perjalanannya lama. Medannya terjal.
Cara Menuju Ke Sana dan Logistik
Mendapatkan ke Al-Baydaa membutuhkan perencanaan. Jalan dari Sanaa adalah pilihan utama Anda. Dibangun pada tahun 1979. Kondisinya mungkin berbeda-beda. Periksa kondisi setempat sebelum Anda pergi. Jumlah penduduknya tercatat 29.853 jiwa pada tahun 2004. Kota ini bukanlah kota metropolitan yang besar. Hal ini dapat dikelola.
Anda perlu memahami konteks politik. Sengketa perbatasan di masa lalu masih menyisakan luka. Kawasan itu sempat menjadi titik nyala. Meskipun situasinya berbeda sekarang, sejarahnya tetap ada. Itu adalah bagian dari tatanan kehidupan sehari-hari.
Kota ini merupakan pusat peternakan kuda. Jika Anda dapat mengatur a


























