Penutupan sebagian pemerintahan AS yang sedang berlangsung telah menyebabkan langkah yang tidak biasa: penempatan agen Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) ke bandara-bandara besar di seluruh negeri. Meskipun dihadirkan sebagai solusi terhadap kekurangan dan penundaan staf, langkah ini telah menimbulkan kekhawatiran mengenai kecemasan penumpang, potensi peningkatan ketegangan, dan apakah hal ini benar-benar meningkatkan efisiensi bandara.
Mengapa ICE ada di Bandara Sekarang
Situasi ini bermula dari penutupan pemerintahan pada minggu kelima, yang dipicu oleh kebuntuan antara Partai Demokrat dan Republik di Kongres. Partai Demokrat berupaya membatasi kewenangan ICE menyusul kemarahan publik atas pembunuhan warga AS yang dilakukan agen federal baru-baru ini. Partai Republik, di bawah kepemimpinan Presiden Trump, menolak untuk berkompromi, dengan alasan agenda “Amerika yang mengutamakan”.
Sebagai tanggapan, pemerintah mengerahkan petugas ICE untuk membantu operasi bandara, dengan alasan hal itu akan membantu menstabilkan perjalanan di tengah tantangan kepegawaian TSA. Meskipun ada penutupan, undang-undang federal mengizinkan penugasan kembali personel di Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS), yang mengawasi TSA dan ICE.
Apa yang Akan Dilakukan Agen ICE?
Peran agen ICE akan lebih luas dibandingkan kehadiran mereka di bandara tradisional. Mereka akan membantu tugas-tugas seperti pemeriksaan identitas, arahan penumpang, dan pemantauan akses, namun tidak akan menggantikan petugas TSA dalam tugas keamanan inti seperti mengoperasikan mesin sinar-X. Pihak bandara masih menyarankan penumpang untuk datang lebih awal, dan apakah penerapan ICE akan mengurangi waktu tunggu secara signifikan masih belum pasti.
Saat ini, agen ICE hadir di bandara-bandara berikut:
- Chicago O’Hare (ORD), Illinois
- Bandara Internasional Cleveland Hopkins (CLE), Ohio
- Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta (ATL), Georgia
- Bandara William P. Hobby (HOU) Houston, Texas
- Bandara Internasional John F.Kennedy (JFK), New York
- Bandara LaGuardia (LGA) New York, New York
- Bandara Internasional New Orleans (MSY), Louisiana
- Bandara Internasional Luis Muñoz Marin (SJU), Puerto Riko
- Bandara Newark Liberty (EWR), New Jersey
- Bandara Internasional Philadelphia (PHL), Pennsylvania
- Bandara Phoenix Sky Harbor (PHX), Arizona
- Bandara Internasional Pittsburgh (PIT), Pennsylvania
- Bandara Internasional Florida Barat Daya (RSW), Florida
Kekhawatiran Yang Lebih Besar: Kecemasan dan Ketegangan
Dampak paling langsung mungkin bersifat psikologis. Para advokat memperingatkan bahwa kehadiran ICE dapat meningkatkan kecemasan di kalangan wisatawan, terutama mereka yang menganggap diri mereka rentan untuk diinterogasi atau ditahan – termasuk individu non-kulit putih atau mereka yang kemampuan bahasa Inggrisnya terbatas.
“Kehadiran ICE dapat meningkatkan kecemasan tersebut, membuat perjalanan rutin terasa lebih berisiko bagi jutaan wisatawan.”
Para ahli juga khawatir bahwa hal ini dapat meningkatkan ketegangan di lingkungan bandara yang sudah penuh tekanan, dan berpotensi mengarah pada konfrontasi. Kritikus menunjuk pada sejarah kontroversial badan tersebut, termasuk pembunuhan warga AS baru-baru ini oleh Bea Cukai dan Patroli Perbatasan serta agen ICE, yang semakin mengikis kepercayaan.
Apakah Ini Akan Berhasil?
Efektivitas penerapannya masih diperdebatkan. Beberapa orang berpendapat bahwa penambahan personel federal selama krisis kepegawaian akan bermanfaat, meskipun agen ICE tidak sepenuhnya terlatih dalam keamanan bandara. Yang lain memperingatkan bahwa mengerahkan petugas imigrasi bersenjata tanpa pelatihan yang tepat dapat meningkatkan risiko dan menimbulkan kekhawatiran.
Penutupan ini sendiri bukanlah hal baru, namun penerapan ICE mewakili pergeseran ke arah peran penegakan imigrasi yang lebih umum dalam perjalanan sehari-hari. Situasi ini sepertinya tidak akan terselesaikan dengan cepat; anggota parlemen dijadwalkan untuk libur pada 27 Maret 2026, sehingga kecil kemungkinannya untuk melakukan pemungutan suara segera untuk mengakhiri penutupan pemerintahan.
Kesimpulannya, pengerahan agen ICE ke bandara adalah akibat langsung dari penutupan pemerintahan yang sedang berlangsung, dan meskipun hal ini mungkin untuk sementara waktu mengatasi kekurangan staf, hal ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai keselamatan penumpang, kecemasan, dan implikasi jangka panjang dari peningkatan penegakan imigrasi dalam perjalanan.


























