Bagi banyak pelancong, gangguan pencernaan dapat dengan cepat mengubah liburan impian menjadi pengalaman yang menyedihkan. Meskipun beberapa orang tampak kebal terhadap penyakit bawaan makanan atau mabuk perjalanan, sebagian besar dari kita perlu mengambil langkah proaktif untuk melindungi kesehatan pencernaan saat menjelajahi tempat-tempat baru.
Memahami Dasar Perut Anda
Bahkan sebelum memikirkan rencana perjalanan Anda, nilai sistem pencernaan Anda sendiri. Jika Anda pernah mengalami kondisi seperti penyakit Crohn atau sindrom iritasi usus besar (IBS), perjalanan kemungkinan besar akan memperburuk kondisi tersebut. Menurut Dr. Andrew Moore, ahli gastroenterologi di Endeavour Health, “mengetahui gejala dasar Anda sangat penting untuk mengantisipasi dan menangani masalah di jalan.”
Perjalanan itu sendiri mengganggu ritme usus: makanan yang asing, waktu makan yang tidak konsisten, dan stres semuanya berperan. Kemasi obat-obatan penting sebelum Anda berangkat – termasuk obat-obatan yang dijual bebas seperti Pepto-Bismol, Imodium, dan Maalox, serta obat resep apa pun yang biasa Anda gunakan.
Destinasi Berisiko Tinggi Membutuhkan Persiapan Ekstra
Daerah tertentu mempunyai risiko lebih tinggi terkena infeksi saluran cerna parah. Negara-negara di Amerika Selatan dan Afrika Sub-Sahara mengalami peningkatan angka kolera, sementara sebagian Asia, Afrika, dan Amerika Latin rentan terhadap demam tifoid. Jika Anda mengunjungi area ini, konsultasikan dengan dokter Anda tentang vaksinasi yang diperlukan setidaknya dua bulan sebelum keberangkatan. Vaksin membutuhkan waktu untuk menjadi efektif.
Kesadaran Pangan dan Pola Makan
Teliti masakan lokal dan standar keamanan pangan. Jika Anda memiliki alergi atau sensitivitas (intoleransi gluten, intoleransi laktosa, dll.), rencanakanlah dengan tepat. Kemas makanan ringan yang dapat disimpan di rak seperti batangan atau biskuit berserat tinggi untuk memastikan Anda memiliki pilihan yang dapat diandalkan ketika makanan lokal tidak cocok. Jangan berasumsi bahwa standar kebersihan akan sesuai dengan negara asal Anda.
Masalah perut akibat perjalanan tidak bisa dihindari. Sedikit persiapan—mengenali tubuh Anda, mengemas perlengkapan yang tepat, dan meneliti tujuan Anda—dapat membuat perbedaan antara perjalanan yang mengesankan dan perjalanan yang menyedihkan.
