Industri perjalanan sedang mengalami perubahan mendasar, beralih dari integrasi AI yang dangkal ke pembangunan kembali platform skala penuh. Sistem lama gagal memberikan personalisasi dan efisiensi yang diminta oleh wisatawan modern, sehingga memaksa pemain besar untuk memikirkan kembali infrastruktur inti mereka. Perlombaan sedang berlangsung tidak hanya untuk menambahkan AI, tetapi juga untuk menjadi yang mengutamakan AI.
Perombakan Berbasis AI dari IHG: Data sebagai Fondasi Baru
InterContinental Hotels Group (IHG) tidak meluncurkan chatbot—mereka sedang merestrukturisasi seluruh ekosistem data hotelnya. Tujuannya bukan hanya menjawab pertanyaan dengan lebih cepat; Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa hotel-hotel dapat ditelusuri, terstruktur, dan cukup terintegrasi agar dapat berkembang dalam lanskap berbasis AI. Ini berarti memprioritaskan data yang bersih dan dapat diakses dibandingkan fitur yang mencolok.
Langkah IHG menandakan tren industri yang lebih luas: kesadaran bahwa AI tidak berguna tanpa landasan data yang kuat.
Peluncuran merek ke-21 perusahaan, Koleksi Tercatat, merupakan gejala dari perubahan ini, yang menunjukkan kesediaan untuk bereksperimen dengan pendekatan baru.
Ambisi Hotel Airbnb: Melampaui Rumah, Menuju Persaingan Langsung
Ekspansi Airbnb ke bidang hotel bukan lagi proyek sampingan; ini adalah strategi menyeluruh untuk menantang Booking.com secara langsung. Pertanyaannya sekarang bukanlah apakah Airbnb akan bersaing secara langsung, namun bagaimana Airbnb akan membedakan dirinya. Harapkan harga yang agresif, pengalaman unik, dan integrasi lebih lanjut dari program loyalitasnya.
Implikasi jangka panjangnya jelas: Airbnb bukan lagi sekadar platform berbagi rumah; ini menjadi pasar perjalanan yang komprehensif.
File Epstein dan Ikatan Industri Perjalanan
Rilis berkas Epstein telah mengungkap hubungan antara terpidana pelaku kejahatan seks dan eksekutif perjalanan terkemuka. Meskipun rinciannya masih meresahkan, pengungkapan ini menyoroti kerentanan industri ini terhadap skandal dan perlunya peningkatan pengawasan. Hal ini menggarisbawahi pentingnya kepemimpinan yang beretika dan transparansi dalam perjalanan.
Mengapa Pengaya AI Tidak Cukup
Gelombang adopsi AI dalam perjalanan saat ini sering kali terdiri dari chatbot dangkal dan alat layanan pelanggan otomatis. Integrasi ini merupakan perbaikan sementara yang gagal mengatasi masalah mendasar sistem yang sudah ketinggalan zaman. Kemajuan sejati memerlukan maskapai penerbangan, hotel, dan platform untuk membangun kembali infrastruktur mereka dengan AI sebagai prinsip inti, bukan sekedar renungan.
Masa depan perjalanan bukan tentang menambahkan AI; ini tentang menjadi


























